Bunda Kita


Apa kesan pertama yang kalian dapat ketika datang di tempat baru? Makanan pembuka? Fasilitas yang menggiurkan?  Atau penyambut yang hangat?

Menurutku, penyambut yang hangat adalah hal yang sangat membahagiakan bagi pendatang baru. Selain bisa membuat kita merasa nyaman, ia juga memberikan kita rasa aman akan tempat baru itu. Apalah yang paling menyenangkan bagi pendatang baru selain hidup tenang dan penuh kedamaian?

Hal ini pernah kudapatkan ketika aku baru mendaratkkan diriku di bumi Jauhari ini. Aku disambut hangat oleh sesosok wanita berkulit sawo matang yang tersungging senyuman indah di bibirnya. Kehadirannya mampu membuatku melupakan kesedihan yang mendalam lantaran meninggalkan kehidupan lamaku di belakang sana.

Aku mulai memberanikan diri untuk menyapanya, berharap bisa menjadikannya sandaran pertamaku di asrama mahasiswi ini sekaligus membuat kesan indah di pertemuan pertama ini. Namun betapa terkejutnya aku ketika mengetahui bahwa wanita itu bukanlah teman sebayaku melainkan guru yang nantinya akan mengajariku. Malu. Tetapi aku merasa bersyukur bisa bertemu dengannya, setidaknya aku memiliki sosok ibu yang bisa membimbingku di sini.

Waktu pun berlalu begitu cepat. Hari pertama kuliah pun tiba. Semua mahasantri diwajibkan memasuki kelas masing-masing. Tidak ada yang diperbolehkan untuk pergi meninggalkan wilayah pondok ini. Aku tertegun ketika melihat banyak sekali manusia yang akan satu kelas denganku. Dalam diam, aku berfikir ternyata bukan hanya aku yang bernasib sial di sini. Masih banyak manusia lain yang mungkin senasib denganku.

Ketika semua orang telah duduk rapih di bangku masing-masing, terdengarlah suara langkah sepatu yang sepertinya ku kenal. Dugaanku benar. Ternyata wanita itu yang memasuki ruangan kelasku. Tanpa kusadari, senyuman pun tersungging di bibirku. Aku bahagia ketika mengetahui orang yang akan menjadi wali kelasku adalah orang yang telah ku kenal lebih dulu.

Ia duduk di kursi guru yang empuk karena dilapisi oleh busa yang sedikit tebal. Setelah memandang kami semua, ia berdiri dan mulai memperkenalkan diri. Namanya ialah Farida. Alumni dari kampus ini dan sekarang ia sedang menjalani masa pengabdian pasca kuliah. Setelah selesai memperkenalkan diri, ia mulai berbagi cerita tentang pengalaman hidupnya yang penuh warna selama di kampus ini. Dan akhir dari sesi perkenalan ini, ia mengumumkan bahwa dirinyalah yang nantinya kaan menjadi wali kelas kita semua.
"Kalau di zaman saya, wali kelas itu memiliki sebutan yang spesial dik, ada yang manggil Momsky, Mama, ada juga yang bunda. Ya biar lebih akrab aja sih" tuturnya panjang lebar seperti mengisyaratkan kami untuk memilih salah satu dari panggilan tersebut
"Bunda ajaa,, biar kayak bunda kita beneran" ujar salah satu temanku yang duduk di bangku paling depan dan disahuti oleh teriakan yang sejenis oleh teman-teman yang lain.

Ia hanya tersipu malu sambil berkata "oke, sekarang saya kan menjadi bunda kalian. Semoga kita bisa saling membantu ya" tuturnya sambil tersenyum.

Senyuman itulah yang paling membuatku tenang, karena dengan melihat senyuman itu, aku seperti merasa memiliki bunda yang selalu mendukungku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SINYAL MIRING.. :/

Idul Adha with G.I.T.A.R

UMROH CERIA