Kebahagiaanku


"HAPPY GRADUATION VIM_ZANITHA" ucap ku serempak dengan teman seangkatanku seperti tengah melepaskan beban yang selama ini terpendam. Sontak para wali wisudawan dan wisudawati yang akan memasuki GESERNA melihat kearah kami semua yang tengah berjejer rapih di sisi kiri gedung.

Akhirnya aku bisa melewati semua rintangan di pondok ini. Aku tak pernah menyangka bisa mendapatkan kebebasan ini. Aku pun tak pernah mengira semua ini akan berjalan semudah ini. Saat aku mulai mengenakan toga wisuda, yang terlintas di pikiranku adalah pertanyaan "apakah ini semua ini hanya mimpi?"

Aku bersyukur sekali bisa menjadi wisudawati IDIA Prenduan. Karena dari kampus ini aku bisa mendapatkan banyak pelajaran. Bukan hanya pelajaran umum saja, akan tetapi pelajaran kehidupan yang belum tentu bisa ku dapatkan di kampus luar. Saat aku menyadari hal itu, aku merasa malu pada diriku yang pernah membenci IDIA lantaran permintaan mama untuk pindah dari UIN Jakarta ke IDIA Prenduan.

Hampir satu bulan aku selalu saja menyanjung keistimewaan kampus lamaku, UIN Jakarta, di depan teman baruku. Menceritakan gedung kuliahku yang megah dan elegan, menceritakan kesibukanku di organisasi ekstra kampus, menceritakan pengalaman gilaku bersama sahabat-sahabatku. Bahkan karena tidak adanya minat untuk kuliah di IDIA, aku memilih jurusan PAI yang menurutku paling mudah diantara yang lainnya. Semua itu kulakukan dengan sangat terpaksa.

Seiring berlalunya waktu, entah apa yang menyentuh hatiku, akhirnya aku mulai bisa merubah jalan pikiranku. Aku mulai menyadari arti survive pada diriku. "Kalau aku selalu begini, itu hanya akan menyusahkanku saja. Aku harus bisa menemukan kenyamanan untuk diriku sendiri" ucapku suatu hari pada diriku sendiri. Dan sejak itu aku langsung membanting setir kehidupanku. Ku ubah semua pilihan yang tidak sesuai dengan diriku, seperti mengurus perpindahan prodi dari PAI menjadi KPI

Alhasil, beberapa minggu setelah pembenahan hidupku, semua keterpaksaan itu berubah menjadi kenyamanan. Aku mulai nyaman beradaptasi dengan tempat baruku. Tanpa kusadari, perubahan itu benar-benar membawa kebahagian yang besar bagiku. Aku mulai menemukan teman yang sepemikiran dan senasib denganku. Aku juga mendapatkan keluarga baru yang tak kalah hangat dari keluarga asliku.

Dan inilah aku yang sekarang. Aku telah berdiri bersama sembilan temanku di depan para wisudawati dan wali wisudawati sebagai mahasiswi dengan IPK tertinggi di Fakultas pilihan hatiku. Kebahagian yang kurasakan hari ini adalah kebahagiaan yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Mungkin jika aku dulu tidak patuh pada mamaku, aku tidak akan mendapatkan kebahagiaan yang sangat istimewa seperti hari ini. Mungkin inilah jalan takdir yang telah Tuhan rencanakan untukku.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SINYAL MIRING.. :/

Idul Adha with G.I.T.A.R

UMROH CERIA