Dunia Kelor
Hari jum'at
merupakan hari kebebasan bagi para santri Al-Amien. Semua santri selalu menanti
hari ini tiba. Ada yang bahagia karena akan di kunjungi oleh keluarganya. Ada
yang bahagia karena terbebas dari pelajaran yang mencekik. Ada pula yang
bahagia karena bisa shalat jum'at di masjid Jami' Al-Amien. Intinya semua orang
berbahagia pada hari ini.
Aku merupakan satu
dari puluhan santri yang berbahagia karena bisa shalat jum'at di masjid Jami'
Al-Amien. Alasan utama adalah karena aku bisa menghirup udara luar pondok walau
hanya sekejap saja, karena bagi santriwati
perizinan itu ibarat ditilang polisi. Ribet.
Entah mengapa, hari
ini aku memilih untuk berangkat jum'atan bersama teman sedaerahku, Jawa barat.
Namanya adalah Nanda. Dia adalah sosok mahasiswi yang terbilang mungil karena
tinggi badannya yang setara dengan anak SD. Sesampainya di masjid, kita langsung
menempati tempat kosong yang tersedia di barusan paling depan.
"Kamu alumni
MAN Cianjur ya nan?" Tanyaku
"Iya, emang
kenapa?"
"Temenku di UIN
ada yang alumni MAN Cianjur. MAN 1 Cianjur, kamu MAN berapa?
"Waah ya nanda
itu di MAN 1 Cianjur. Emang siapa nama temenmu? Tanyanya mulai antusias
"Sarah Hajar
Mahmudah, kenal gak?"
"Oh ya Allah,
Teh Sarah. Iya kenal lah, Teh Sarah itu kakak kelas Nanda di MAN. Dia orangnya
aktif kan? Di MAN dulu dia jadi juara terus loh, dia juga pinter nulis, makanya
jadi editor majalah sekolah." jawabnya dengan sederet cerita yang belum kuketahui tentang sahabatku
itu
"Waaah,
ternyata kamu adik kelasnya toh. Kok dunia sempit banget sih!" ucapku
sambil merangkulnya. Rasanya seperti bertemu saudara jauh di tanah rantauan
"Loh, kamu
berarti temennya Teh Sarah yaa? Kalo gitu nanda teh harusnya manggil Kakak
ya?" jawabnya sambil tersenyum malu.
Jadilah semenjak itu
dia mulai memanggilku dengan panggilan Kak Rina, dan dengan panggilan itu aku
merasa seperti menemukan adik yang telah terpisah lama. Keakraban kami pun bertambah sejak takdir
mengatakan bahwa aku tinggal satu kamar dengannya.
Tak ku sangka, di
tempat yang jauh dari sanak saudara ini, aku justru menemukan saudara baru yang
tak kalah hangat dari saudara kandungku. Memang benar kata pepatah, dunia ini
hanya selebar daun kelor.
Komentar
Posting Komentar