My Heaven


Aktifitas pondok yang berulang-ulang membuatku terkubur dalam kebosanan. Bingung mencari kegiatan apa yang dapat mengusir kebosanan. Bahkan saking bosannya aku sampai mengayal menemukan pintu doraemon yang terlantar sehingga aku dapat pergi kemanapun aku mau.

Pernah di suatu sore, aku berinisiatif jalan sore menuju persawahan milik masyarakat setempat. Refreshing mata. Ingin melihat sesuatu yang hijau sekaligus menyegarkan paru-paru. Ku ajak beberapa teman dekatku. Mereka ternyata menyambut ajakanku dengan gembira.

Kami berjalan seperti semut yang sedang berbaris. Terlihat indah karena kami memakai baju yang berwarna-warni. Sesekali terlihat ibu-ibu yang sedang memotong rumput. Ada pula bapak-bapak yang sedang memikul air untuk mengisi sumur di sawah mereka. Pemandangan yang sangat menyegarkan sekali.

Sesampainya di ujung sawah kami dikejutkan dengan pemandangan yang lebih menarik perhatian kami. Seperti sebuah taman alami yang dibentuk oleh alam. Terlihat rumput-rumput tersisir rapih, batu-batu kerikil menghiasi pinggiran sawah, serta pohon-pohon yang menjulang tinggi, membuat tempat itu lebih teduh dari yang lainnya.

Kami terpana sesaat. Ternyata ada tempat seindah ini di belakang asrama kami. Setelah tersadar dari kekaguman, kami di pecut oleh rasa keingin tahuan pemandangan selanjutnya. Kami lanjutkan perjalanan yang lumayan menanjak disertai batu kerikil yang tersebar di sepanjang jalan. Semakin mendaki, semakin indah pula pemandangan yang di suguhkan. Hingga sampailah kami di puncak bukit itu. Betapa terkejutkan kami ketika melihat ada sederet gubuk yang berdiri disana. Semua langsung berlarian mendekati gubuk-gubuk tersebut.

Terbayarlah lelah yang telah kami pikul sejak berangkat. Hembusan angin membuat pikiran kami lebih tenang dari sebelumnya, di tambah kicauan burung gereja yang hinggap di atas pohon semakin membuat kami nyaman berada di sana.

"Hari Jum'at kita sarapan di sini ya?" celetuk salah satu temanku dengan wajah yang sangat bersemangat.
"Boleh banget tuh. Biar serasa piknik gitu" sambung temanku yang lain

Kami pun tertawa bersama. Setuju dengan keputusan dua temanku tadi. Kapan lagi kita bisa menikmati kebabasan yang menyenangkan seperti ini.

Hari jum'at yang ditunggu pun telah tiba. Kami telah membungkus nasi goreng dengan kertas nasi, memasukkan kerupuk dan sambal kedalam plastik, mengisi botol minum dengan air hinggu penuh, dan membawa beberapa peralatan makan lainnya seperti sendok dan tissue. Setelah semua dirasa cukup, kami pun berangkat dengan perasaan yang riang gembira.

Perjalanan kali ini terasa sangat cepat dibandingkan dengan perjalanan pertama kali. Setelah sampai kami langsung membuka bungkus nasi dan duduk melingkar untuk menyantap sarapan kami.

Sarapan kali ini terasa lebih nikmat. Padahal nasi goreng bu dapur tetap saja seperti itu, nasi goreng tanpa rasa, namun entah mengapa, hari itu semua terasa lebih nikmat dari biasanya.

Aku bahagia sekali hari ini, bisa menemukan tempat untuk menghilangkan kepenatan hidup ini.
"Semoga tempat ini akan selalu begini. Tak ada yang berubah. Setidaknya tetaplah seperti ini sampai aku lulus dari pondok ini." ucapku pada angin yang berhembus di depan wajahku.

Komentar

  1. Perjalanan yv cukup kauh untuk sampai ke tempat itu...berangkat lapar...pulangnya pun akan terasa lapar lagi meski sudah makan🤣🤣
    Tapi, semua terbayar dengan indahnya kebersamaan menikmati alam yg indah

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SINYAL MIRING.. :/

Idul Adha with G.I.T.A.R

UMROH CERIA