What she said?


Dalam ilmu komunikasi dijelaskan bahwasannya salah satu unsur dalam komunikasi adalah bahasa yang digunakan sebagai penghantar pesan. Jika bahasa yang digunakan tidak dapat dipahami, maka pesan yang disampaikan tidak bisa diterima dengan baik.

Bahasa menjadi masalah yang paling besar bagi para perantau karena mereka tidak bisa menguasai bahasa di tempat yang baru mereka singgahi. Permasalah seperti ini biasanya sering terjadi di lingkungan pondok yang sudah bertaraf nasional dimana semua santri berasal berasal dari berbagai macam penjuru indonesia.

Pengalamanku akan kesulitan bahasa terjadi ketika aku baru menginjakkan kaki di Madura. Saat itu aku yang masih menjadi santri baru dan sedang mencoba untuk beradaptasi dengan lingkungan baruku.  Aku mengajak seorang teman yang berasal dari Jawa Barat untuk jalan-jalan sore sekaligus melihat lingkungan baruku. Ketika sudah lelah, kami pun duduk di gubuk untuk istirahat.

Tiba-tiba ada sebuah mobil Avanza hitam yang berhenti tidak jauh dari gubuk kami. Kebetulan sekali plat nomer mobil itu adalah B, berharap ada anak baru yang berasal dari daerah yang sama dengan kami.  Lalu keluarlah seorang wanita yang sudah cukup tua, kira-kira berumur 65 tahun, mengenakan sarung batik Madura dan kebaya hijau semi transparan yang sering digunakan oleh ibu-ibu di Madura. Wanita itu menghampiri gubuk kami dan berbicara dengan bahasa yang tidak kami pahami.

"7!@#!$#%$%^^&......... chukemmih ........(*&*^%#@!$%))*^% " Ucap wanita tersebut. Yang jelas terdengar di telinga kami hanya kata "Kemih" tersebut.
"Nan, artinya apa? Aku gak tau" senggolku
"Ih kakak aja gak tau apalagi aku kak," jawab  nanda sambil bisik-bisik

Wanita itu mengulang kembali kalimat tersebut. Kami pun hanya bisa tersenyum dan saling pandang

"Aduh bu, saya gak paham bahasa Madura" ucapku kepadanya. Ibu itu hanya tersenyum kebingungan akan respon kami yang tidak bersahabat
"Kak, ibu itu ngomong kemih, itu nyari Hammam kali ya kak?" Tanya Nanda
"Iya kali ya, yaudah tunjukin aja ke Hammam situ dah"

Setelah beberapa lama kami diam kebingungan, ibu itu tiba-tiba berbicara dengan bahasa indonesia

"Kamar Mandi" ucap ibu itu tiba-tiba
"Oooh Kamar Mandi, iya bu, itu disana, mari kami antar" Ucap Nanda sambil tertawa

Setelah itu, kami pun bercerita kepada teman kami yang berasal dari madura perihal kejadian tersebut. Mereka pun hanya tertawa sambil mengajarkan kepada kami beberapa bahasa Madura yang belum pernah ku dengar.

"Lain kali, kalo mau jalan-jalan ajak anak Madura satu, biar gak kayak orang hilang kalian itu!" ucap temanku sambil tertawa. Kami yang ditertawakan pun ikut tertawa akibat tragedi misscommunication itu

Komentar

  1. Mantulllll, bikin nostalgiaaaaa hahahahhahaha

    BalasHapus
  2. 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
    Menguasai bahasa suatu daerah yang kita kunjungi atau yg akan kita tempati perlu sekali ya...biar gak salah sambung terus🤣🤣🤣

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SINYAL MIRING.. :/

Idul Adha with G.I.T.A.R

UMROH CERIA